Liburan awal tahun 2011 kemarin sungguh fantastis. Liburan kali ini berbeda dari sebelum-sebelumnya karena sedikit lebih menantang, harus menggunakan paspor. Adalah Kuala Lumpur (KL) dan Singapore yang menjadi tempat liburan awal tahun lalu. Efektifnya, liburan kemarin berlangsung 5 hari 5 malam, yakni 2 hari di KL dan 3 hari di Singapore. Sangat menyenangkan karena ini adalah pengalaman pertama liburan di Luar negeri.
Persiapan pertama sebelum ke KL dan Singapore adalah membuat paspor di kantor imigrasi. Prosesnya memakan waktu sekitar 3 hari kerja. Yang perlu dipersiapkan pas ke kantor imigrasi adalah :
- KTP dan Fotocopynya (tidak mesti sama propinsinya. Orang dengan KTP alamat Makassar bisa membuat paspor di Jakarta. Tenang saja!)
- Fotocopy NPWP (Ini mesti ada, biar bebas fiskal. Luamayan, fiskal waktu itu (from memory) sekitar 2.500.000)
- Ijazah terakhir (Waktu itu saya ngasi ijazah SMA)
- Kartu keluarga dan fotocopy nya
- Surat sponsor dari perusahaan tempat bekerja
- Membayar biayanya Rp270.000 (from memory)
Singkat cerita, jadilah paspor tersebut (48 halaman, bisa ke banyak negara). Tada....
Personel kita waktu itu ada 6 orang. Ada yang bersemangat pergi, ada yang setengah2, ada yang masih awam samapi harus ada yang 'diancam' (he he) baru berangkat. Butuh waktu sekitar 3 bulan untuk konsolidasi, baru semuanya fix berangkat. Siapakan mereka? Kita tampilnya :
- Kak King Kwan Yew. Beliau sangat berjasa menemani kita selama di luar negeri. Beliau juga yang bantu urus semua urusan per'booking'an sampai transportasi selama disana. Orangnya juga seru
- Lia, sang pencetus ide liburan ke KL-Singapore. Secara dia punya mimpi ingin ketemu idolanya di singapore. It's Super Junior
- Noy, pria legendaris penuh wawasan tapi tidak bisa jalan kaki terlalu jauh. Terbukti dia demam tinggi setelah berjalan dari Stasiun MRT ke Hotel. Pis V Noy :p
- Tantri, sang fotografer profesional. Dia sangat jeli dalam mengambil gambar dan diambil gambarnya serta punya kemampuan membawa koper besar. Terbukti pas mau pulang dari Singapore menuju Jakarta, kopernya dia paling besar, he he
- Vidin, pria yang hebat dalam urusan tawar menawar dalam bahasa melayu. Hampir saja kita digebuki penjual di chinatown – KL pas nawar mati-matian tas LV nya Noy. Aslinya kita berwatak Tn. Krabs waktu itu